Suatu Sore di Bulan Desember
Suatu sore di bulan Desember, dan hujan sedang lebat. Seorang lelaki muda di bawah sebuah pohon hujan yang rimbun, di pinggir sebuah jalan setapak, sedang berteduh. Ia duduk termenung, menerawang. Ia tak tahu, Kenapa hujan menuntunnya untuk selalu merenung? kenapa hujan selalu membuatnya menerawang? Kenapa hujan selalu menghadirkan kenangan? Ia melayang – layang dalam semesta pikirnya. Hujan semakin lebat, lelaki muda itu belum beranjak dari bawah pohon hujan tempatnya berteduh di pinggir sebuah jalan setapak. Di benaknya, begitu banyak hal yang menguras energinya untuk berpikir, merenung. Semakin tenggelam dalam renungan tetes – tetes hujan. Menghadirkan kenangan. Tapi entah mengapa, yang lebih banyak menerima porsi di kepalanya hanya tentang seorang perempuan, yang dia sendiri tidak tahu sejak kapan perempuan itu telah mendekam disana. Perempuan yang pertama kali dilihatnya beberapa bulan yang lalu, diwaktu sore dan setapak yang sama. Ia sengaja memiih tempat berteduh pada s...