HUJAN DAN PEREMPUAN
Pada rintik hujan siang. Aku mematung di tepian lapang. Tatap berhenti dipertengahan. Lama, pada sosok seorang perempuan . Tangan menengadah. Matanya sedikit terpejam. Senyumnya pijar merekah. Persis bintang semalam. Menari dengan irama. Bersenandung dengan tetes - tetes hujan. Bahagia itu sederhana. Begitu lagu sang perempuan . Tetes semakin ramai. Genangan semakin membuai. Mempersilahkan wajah Bumi didandani. Oleh warna yang sang perempuan sukai. Warna itu hujan, tapi kalau tak air? Hujan itu air, tapi kalau tak warna? Ahkirnya aku percaya pada perpaduan. Padu yang dicipta sang perempuan . Kala Hujan hanya menyisakan tetes. Ijinkan kata ini tetap terlukis. Memajang cerita pada dinding semesta. Tentang arti Kebahagiaan. Tentang Hujan. Tentang Perempuan. Tentang Hujan dan Perempuan.