Posts

Showing posts from October, 2013

PAGI INI

Saat Bulan dan Matahari berganti di pojokan. Ada keharuan yang datang karena meninggalkan. Malam yang semalam, punya banyak cerita. Tentang kisah tak berujung sua. Bangunlah.!! Lihatlah setapak disamping rumah. Warnanya menyerupai darah. Bias dari cakrawala yang sedang marah. Dibumbui jejak kaki. Yang rindu ditapaki kembali. Jika waktu menginginkan. Ya, waktu berhak memutuskan!! Di pinggir setapak ada tumpukan kerikil. Tajam, dan masih menggigil. Seperti rindu yang semalam kau tinggalkan. Di depan pagar rumah, sendirian. Di sebelah tumpukan itu, ada melati yang sedang mekar. Embun melekat pada daunnya. Ku harap itu senyummu, yang senantiasa jadi penawar. Kala malamku yang kelabu, akan rasa. Pagi ini, biarkan aku memetik melati. Menyimpannya disetiap saku yang ku miliki. Berharap hari harum semerbak laksana bidadari. Bidadari yang menjelma, dari senyummu kala pagi. Aku selalu ingin bercerita. Tentang waktu, tentang jarak, tentang pagi. Tentang rasa, ten...

AKU TAK PUNYA CUKUP KATA

Hari ini, 22 Oktober Engkau terlahir kembali Seperti hidup pertama kali Mengeluarkan suara di Bumi Kini umurmu tak lagi muda Tapi semangatmu sebaliknya Keringatmu buktinya Mengucur deras lewat pori pori ikhlasmu Sekarang 22 Oktober Senyummu masih merekah Kasihmu masih terasa lembut Pelukanmu masih terasa hangat Masih adakah yang lebih tulus darimu? Pemberi cinta, penebar rindu Pemberi riang, penyemangat hidup Penyeimbang semesta, penopang cakrawala Hari ini, 22 Oktober Aku masih menganggapmu surga Selalu ku sembah Akan terus ku puja. Ya, hari ini 22 Oktober Aku ingin menatapmu lebih lama dari biasanya. Sosok yang terus membuatku merasa hidup. Figur yang senantiasa mengajariku apa itu hidup. Aku ingin terus berada disampingmu Memijatmu kala letih, membasuhi kakimu Mencium keningmu, Menjabat tanganmu. Karena aku pemujamu. Cinta, Hiduplah lebih lama Biarkan dunia tahu seberapa besar sayangmu kepadaku. Kepada kami Para anak semesta. *sedikit kata u...

PUTRI DUYUNG KECIL

Kala itu, laut sedang senja Biru berubah jingga Ombak berlari perlahan Angin seakan melamun                 Jauh di dasar sana                 Seorang putri merekah senyuman                 Menari dengan berbalut nada                 Bersenandung riang memintal nyanyian Jemarinya lentur mencipta gesture Menghimpun energi keindahan Menularkan tawa bahagia Menebar benih hidup pada lautan                 Kini laut tak jingga lagi                 Penuh warna layaknya pelangi         ...