PAGI INI
Saat Bulan dan Matahari berganti di pojokan. Ada keharuan yang datang karena meninggalkan. Malam yang semalam, punya banyak cerita. Tentang kisah tak berujung sua. Bangunlah.!! Lihatlah setapak disamping rumah. Warnanya menyerupai darah. Bias dari cakrawala yang sedang marah. Dibumbui jejak kaki. Yang rindu ditapaki kembali. Jika waktu menginginkan. Ya, waktu berhak memutuskan!! Di pinggir setapak ada tumpukan kerikil. Tajam, dan masih menggigil. Seperti rindu yang semalam kau tinggalkan. Di depan pagar rumah, sendirian. Di sebelah tumpukan itu, ada melati yang sedang mekar. Embun melekat pada daunnya. Ku harap itu senyummu, yang senantiasa jadi penawar. Kala malamku yang kelabu, akan rasa. Pagi ini, biarkan aku memetik melati. Menyimpannya disetiap saku yang ku miliki. Berharap hari harum semerbak laksana bidadari. Bidadari yang menjelma, dari senyummu kala pagi. Aku selalu ingin bercerita. Tentang waktu, tentang jarak, tentang pagi. Tentang rasa, ten...