Posts

Showing posts from March, 2014

Unta

Pepatah arab mengatakan bahwa jiwa berjalan dengan kecepatan seekor unta. Sementara kita terus saja padat dengan segala akitivitas sehari hari, jiwa kita, sang singgasana hati mengekor dengan nostalgik di belakang, terbebani berat memori.  Kalau tiap urusan cinta menambah sepotong beban pada muatan sang unta, maka kita bisa memprediksi bahwa jiwa akan melambat sesuai dengan signifikansi beban cinta. Bila akhirnya sang binatang bisa mengabaikan dan melumat semua kenangannya, maka ia nyaris membunuh untanya. Aku sempat punya keinginan untuk menghabiskan waktuku bersama kenangan – kenanganku. Tenggelam di dalamnya. Aku rela ditarik pusaran waktu yang lalu dan mendekam disana, selamanya. Melupakan masa kekinian. Karena masa kini tidak punya apa – apa untukku, masa yang lalu jadi satu – satunya tempat yang bisa ku tinggali. Apa guna masa kini jika telah kehilangan diri kita? Esensi dari diri kita lenyap? Aku sering berhalusinasi bahwa perpisahan itu tak pernah terjadi, ...