Perempuan dan Anak Hurufnya
Di sebuah pelataran sore itu
Nampak perempuan bersandar pada tiang sebuah gedung
Dengan tangan yang menggenggam sebuah buku.
Menyelami akal, sementara hatinya menerawang.
Sorot matanya tajam, tertuju pada anak - anak huruf
yang berbaris rapi di lembaran.
Mencoba mengasuhnya hingga menjadi
kalimat - kalimat dewasa, dan berharap nantinya
dapat bercerita tentang kebenaran.
Sesekali sorotnya dicuri oleh orang - orang yang lalu lalang
Bagai ilalang yang tertiup angin barat dan kadang juga angin timur.
Serasa terusik oleh suara - suara bising di sekitar.
Di lembaran, anak hurufnya merengek meminta makan
yang berasal dari jiwanya.
Sedang, anak huruf yang lain menunggu
untuk diasuhya.
Bibir tipis nan lembut itu segera bernyanyi,
mencoba menghibur anak - anak hurufnya
yang sedari tadi ditinggalkannya.
Perempuan itu memang tahu bagaimana mengubah
tangis mejadi tawa.
Perempuan itu juga tahu bagaimana
membuat hidup menjadi lebih hidup
Dari arah punggungnya, aku coba melangkah
pelan dan ragu
Hanya untuk sekedar menyapa dan meminta dengan malu
Sudikah engkau mengajariku bagaiamana merawat
Anak - anak hurufku?
Nampak perempuan bersandar pada tiang sebuah gedung
Dengan tangan yang menggenggam sebuah buku.
Menyelami akal, sementara hatinya menerawang.
Sorot matanya tajam, tertuju pada anak - anak huruf
yang berbaris rapi di lembaran.
Mencoba mengasuhnya hingga menjadi
kalimat - kalimat dewasa, dan berharap nantinya
dapat bercerita tentang kebenaran.
Sesekali sorotnya dicuri oleh orang - orang yang lalu lalang
Bagai ilalang yang tertiup angin barat dan kadang juga angin timur.
Serasa terusik oleh suara - suara bising di sekitar.
Di lembaran, anak hurufnya merengek meminta makan
yang berasal dari jiwanya.
Sedang, anak huruf yang lain menunggu
untuk diasuhya.
Bibir tipis nan lembut itu segera bernyanyi,
mencoba menghibur anak - anak hurufnya
yang sedari tadi ditinggalkannya.
Perempuan itu memang tahu bagaimana mengubah
tangis mejadi tawa.
Perempuan itu juga tahu bagaimana
membuat hidup menjadi lebih hidup
Dari arah punggungnya, aku coba melangkah
pelan dan ragu
Hanya untuk sekedar menyapa dan meminta dengan malu
Sudikah engkau mengajariku bagaiamana merawat
Anak - anak hurufku?
Comments
Post a Comment