POHON
Berkisar 126 hari yang lalu
Kau tanam benih melalui sorotmu di mataku
Tahukah kau? Kini benih itu telah menjadi pohon, berakar di
hatiku
Daunnya rimbun, berwarna biru senada warna lautmu
Rantingnya, bagaikan jemarimu
Batangnya tegak lurus,
seakan meminta menopang langitmu
Inginkah kau tahu?
Sebelum menjadi pohon, benih yang kau tanam itu
Saat musim dingin bertamu, tak mau tumbuh, sempat menjadi
kaku
Padahal telah aku sirami berjuta tetes rindu
Kenapa? Apakah karena Bumi sedang beku?
Atau, apakah karena aku salah dalam menaruh benih itu?
Tapi, saat musim semi tiba, merekahlah senyumku
Sebab benih yang berakar di hatiku, kini muncul dengan malu
Mengintip pada bumi, menghiasi semestaku
Ahh, aku saja sampai tersipu.
Sebelum musim semi berakhir sendu
Benih dan bumi semakin menjadi satu
Mempertegas diri menjadi pohon bertahta kamu
Tapi, sebantar lagi musim panas dan musim gugur menjemputmu
Ku harap akarnya tetap kuat, menjalar pada hatiku
Akan ku sirami lebih banyak rindu
Agar bisa menjadi tempat berteduhmu dan berteduhku
Dengan daunnya yang berwarna biru
Saat terik menikam
bumiku
Comments
Post a Comment