TANYA PADA SEMESTA PIKIRMU
Dengarkan..
Kau mungkin punya banyak tanya tentangku
Tentang anak panah yang belum terlepas dari
panahnya
Tentang anak sungai yang belum bermuara di
lautan
Dengarkan..
Kau mungkin punya banyak tanya tentangku
Tentang gerak tubuh yang terlalu banyak
mengisyrakatkan sesuatu
Tentang bibir yang tak terlalu cair untuk
mangatup dan menguapkan kata
Dengarkan..
Aku tahu, tanyamu kini tak muat lagi pada
semesta pikirmu
Mendobrak setiap batas dinding – dinding
kepalamu
Meminta dibukakan pintu agar tanyamu segera
tertiup, melayang bersama angin
Aku tahu itu..
Maka mohon dengarkan aku
Cukup dengarkan aku pada setiap degup jantungmu
Yang bersama udara yang kau hirup ada
banyak rindu yang ku titip buatmu
Mohon dengarkan aku
Cukup dengarkan aku pada setiap gemericik tetes - tetes hujan
Menggenang pada bejana rasamu
Yang menampung lantunan doa yang ku kirim untukmu
Jadi, dengarkan..
Jawabmu, tak lama lagi akan segera terjawab
Entah saat pagi kala embun tersenyum
bersama senandung burung
Entah saat ufuk telah siap kedatangan
matahari
Entah saat bulan bercengkrama dengan
bintang gemintang
Yang pasti, saat kita telah bertemu nanti
Saat kedua mata telah saling menatap
Saat bibir mulai cair mengalirkan kata
Maka tanya telah menjadi pasti
Dan kita, tanpa sadar telah saling
menggenggam jemari
Comments
Post a Comment