SEMALAM

Sayangku, semalam aku sendirian.
Dan kesendirianku; laksana pesakitan yang terjebak dalam gua.
Semalam aku adalah sepatah kata yang tak sempat terucap dalam pikiran semesta.
Membeku dalam genggaman tangan sang waktu yang dingin.

Sayangku, semalam aku sendirian.
Dan kesendirianku; bagai sebatang kaktus di tengah gurun pasir.
Semalam aku adalah sebuah pena yang dibuang penulis karena kehabisan tinta.
Mengapung, terseret gelombang lautan.

Sayangku, pagi ini, aku menjelma menjadi irama yang bersenandung melalui gesekan daun dan embun.
Walaupun tak berlangsung lama.
Setidaknya, ada sekilas pandang, sebuah desakan, hangat pelukan, dan sepatah kata.
Tidak seperti semalam saat aku sendirian.



Comments

Popular posts from this blog

kita, dua orang yang sedang bicara dalam diam..

Ketika Senja Tak Lagi Sama..

Unta