Cinta (?)
Kala itu, sedang hujan. Dan aku
sedang berteduh di sebuah gedung dekat sebuah pasar. Sambil menunggu hujan
reda, aku mencoba bertanya tentang perihal Cinta kepada orang – orang yang lalu
– lalang di depanku.
Seorang lelaki tua dengan tongkat
menghampiriku, ”Nak, Cinta itu ketika kau
berjalan tertatih karena kedua kakimu tak lagi mampu menopang, kemudian kau
mengambil sebatang kayu dan kayu itu membantumu kembali berjalan tegap. Itulah
Cinta, Nak.”
Seorang tuna wisma yang berada
tak jauh dariku, dengan air muka yang sendu ia berkata, “Cinta itu, membuatmu dari kuat menjadi lemah, itu aku warisi dari
manusia pertama.”
Seorang wanita dengan pakaian
yang seksi, dengan bibirnya yang merah kelam ia berkata, “Cinta itu, airmata mata yang jatuh dari matamu. Dan airmata itu,
memaksamu berbuat sesuatu untuk perutmu.”
Seeorang perempuan dengan senyum
yang merekah dibibirnya, “Cinta itu,
laksana bunga – bunga musim semi, yang mekar bersama kicauan burung. Cinta itu,
sebuah nyanyian indah yang dapat menggetarkan pintu - pintu langit. Cinta
itu, pelukan sayap – sayap bidadari yang menghangatkan.”
Lelaki muda, dengan tattoo yang memenuhi tubuhnya berkata, “Cinta itu, adalah sesuatu yang berkuasa. Dan akan menguasaimu seperti raja – raja yang lalim.
Seorang lelaki yang ingin menuju
ke tempat peribadatan menyempatkan diri mengeluarkan persepsinya tentang Cinta.
Dia berkata, “Ketahuilah, Cinta itu
adalah salah satu ibadah bagi hati, dan memiliki kedudukan tertinggi di mata
agama.”
Seorang anak kecil dengan permen
di tangan kanannya berkata, “Cinta itu
ayahku, Cinta itu ibuku, hanya mereka berdua yang tahu tentang Cinta.”
Dan seorang penyair berkata, “Cinta itu, adalah Cinta itu sendiri. Hanya
Cinta yang dapat mengerti Cinta, karena Cinta hanya ada untuk CInta.”
Hujan telah reda, orang – orang masih
terus berlalu – lalang dengan pandangannya sendiri tentang Cinta. Semua
berusaha mengungkap misteri tentang kehidupannya.
(Terispirasi oleh
karya Kahlil Gibran, Cinta)
Comments
Post a Comment